Santriva membantu pesantren dan wali santri tetap terhubung — tanpa chaos grup WhatsApp, informasi yang tenggelam, atau kabar yang datang terlambat.
Dibangun oleh alumni pesantren yang memahami komunikasi dari dalam.
Bukan karena pesantren tidak peduli. Tapi karena sistem komunikasinya belum mendukung.
Bayangkan anak Anda sakit di pesantren. Skenario mana yang membuat Anda lebih tenang?
"Orang tua tidak butuh laporan sempurna.
Mereka cuma ingin tahu."
Santriva tidak meminta perubahan besar. Hanya komunikasi yang lebih terstruktur.
Bukan fitur yang terdengar canggih. Tapi yang benar-benar dibutuhkan sehari-hari.
Kami pernah hidup di dalam ekosistem pesantren. Kami tahu bagaimana rasanya jadi santri yang jauh dari orang tua. Kami tahu bagaimana orang tua sungkan bertanya tapi sebenarnya selalu khawatir.
Kami juga tahu betapa lelahnya pengurus yang kewalahan WA setiap hari — dari subuh sampai malam — hanya untuk menjawab pertanyaan yang sebenarnya bisa dijawab oleh sistem yang lebih baik.
"Bukan karena kami ingin membuat aplikasi.
Tapi karena kami tahu masalah ini nyata."
Kami ingin membangunnya bersama pesantren. Lihat seperti apa Santriva bekerja — langsung di browser Anda.
Prototype ini bukan konsep kosong. Anda bisa langsung berinteraksi — lihat dashboard orang tua, flow notifikasi insiden, sistem ticket, dan tampilan pengurus. Bantu kami memahami apa yang perlu diperbaiki.
Survey 3 menit. Tidak perlu daftar akun. Jawaban Anda langsung membentuk arah produk Santriva.
Kami tidak ingin membangun produk sendirian. Pilot ini bukan uji coba biasa — ini kemitraan. Pesantren yang bergabung akan punya pengaruh langsung terhadap arah produk.
Kami membatasi 3 pesantren untuk fase pertama agar bisa fokus dan memberikan perhatian penuh.
Tidak ada biaya untuk fase pilot. Hanya komitmen waktu dan feedback yang tulus.
Santriva membantu pesantren dan wali santri tetap dekat. Walau berjauhan. Walau tidak bisa bertemu setiap hari.
Santriva oleh Santri Satu Persen · Alumni pesantren untuk ekosistem pesantren